Sistem Santri: Darah dan Daging Seluruh Ilmu Pengetahuan Adalah Ilmu Alquran

Forum Santri, Medan – Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Sumatera Utara Medan, Prof. Dr. H. Syahrin Harahap, MA memang sangat peduli dengan mahasiswa UIN Sumut, terutama dalam bidang keilmuan. Salah satunya, Prof. Syahrin meminta agar seluruh mahasiswa UIN Sumut wajib menguasai kompetensi dasar ilmu Islam “Sistem Santri“, terutama untuk mahasiswa semester satu dan dua.

Kompetensi dasar ilmu Islam yang dimaksud Prof. Syahrin adalah ilmu Alquran dan Hadist. Untuk menerapkan program itu, saat ini, UIN Sumut membentuk dosen-dosen yang khusus mengajarkan ilmu Alquran-Hadist dan yang berkaitan dengannya. Jumlahnya sekitar 50 orang. “ Sebab, darah dan daging seluruh ilmu Islam itu adalah ilmu Alquran, “ kata Prof. Syahrin saat membuka acara Orientasi Persamaan Persepsi Mata Kuliah Alquran bagi dosen UIN Sumut, Rabu (14/9/2022) di aula Fakultas Ushuluddin UIN Sumut, Jalan Williem Iskandar, Medan.

 

Untuk mencapai tujuan itu, Prof. Syahrin memang tegas. Ia mewajibkan mahasiswa semester I dan II menjadi santri di dalam Ma’had Aljamiah. Mereka mempelajari Mata Kuliah Dasar Umum (MKDU) yang berjumlah 13 mata kuliah, antaranya, Alquran, Hadist, Tauhid, Fiqih, Etika Akademik dan lainnya.” Ini adalah matab kuliah Ma’had, “ tegas Prof. Syahrin.

Kepada semua dosen yang terlibat, Prof. Syahrin meminta agar betul-betul selektif. Maksudnya, seluruh mahasiswa Ma’had harus diuji bacaan Alqurannya. Jika ada mahasiswa yang tak bisa membaca Alquran, maka ia harus dimasukkan dalam asrama atau “bengkel” selama dua minggu. Setelah ia mampu membaca Alquran baru dikembalikan ke Ma’had lagi.

“ Mereka itu juga harus hafal ayat-ayat pendek atau juz ‘amma. Jadi, jika ia kelak menjadi imam di kampungnya, bacaan Alqurannya tidak lagi terendat-sendat, “ pinta Prof. Syahrin. “ Pokoknya, kita tak main-main lagi dalam masalah ini, “ tambahnya.

Doc: Sistem Santri: Darah dan Daging Seluruh Ilmu Pengetahuan Adalah Ilmu Alquran

Begitu pun, kata Prof. Syahrin, kreteria dosennya harus jelas. Diharapkan dosen yang mengampu mata kuliah ini harus alim dan murobbi. Menurut Prof. Syahrin, murobbi yang dimaksudkannya adalah guru yang mampu melatih muridnya menuju Tuhannya. “ Maka dalam konteks ini, dosennya harus setara dengan Tuan Guru, “ jelas Prof. Syahrin.

Paling tidak, dalam pandangan Prof. Syahrin, ada beberapa kreteria dosen murobbi itu. Antaranya, sebelum mengajar dosennya harus membersihkan diri dari hadas dan merapikan pakaiannya. Demikian juga dosen harus mewajibkan mahasiswanya membersihkan diri hadas sebelum memasuki kelas.

Kemudian, bagi sang dosen, ketika ia keluar dari rumahnya harus mengingat Allah dan berzikir sampai memasuki kelasnya. Setelah, sang dosen harus mengambil posisi duduk yang bisa dilihat seluruh muridnya, begitu juga sebaliknya, sang dosen bisa melihat semua muridnya.

Selanjutnya, bagi dosen Alquran, sebelum mengajar sebaiknya membaca Alquran terlebih dahulu agar ilmu yang diajarkannya berkah. “ Saya sudah cek, hal ini belum dilakukan secara maksimal, “ ungkap Prof. Syahrin.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *