Tawassul Ketika Berziarah: Dalil dan Penjelasannya

Tawassul
Source: Pinterest

FORUMSANTRI – Dalam praktik keagamaan Islam, ziarah kubur merupakan tradisi yang dilakukan oleh umat Islam untuk mengenang dan mendoakan orang-orang yang telah meninggal dunia. Ziarah kubur sendiri diperbolehkan dalam Islam, sebagaimana yang telah dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW dan para sahabatnya.

Namun, dalam praktik ziarah kubur, terdapat salah satu amalan yang sering diperdebatkan, yaitu tawassul. Tawassul secara bahasa berarti “mencari jalan atau perantara”. Dalam konteks ziarah kubur, tawassul diartikan sebagai memohon kepada Allah SWT melalui perantara orang yang sudah meninggal dunia.

Bacaan Lainnya

Perdebatan mengenai tawassul ketika berziarah kubur umumnya berkisar pada dalil dan landasannya dalam Islam. Bagi sebagian ulama, tawassul ketika berziarah kubur dibolehkan dan bahkan dianjurkan, dengan mengacu pada beberapa dalil dalam Alquran dan hadis.

Salah satu dalil yang sering digunakan untuk mendukung tawassul adalah ayat Alquran yang berbunyi:

Dan carilah jalan yang mendekatkan diri (wasilah) kepada-Nya. (Al-Maidah:35)

Menurut ulama yang mendukung tawassul, ayat ini menunjukkan bahwa Allah SWT memperbolehkan hamba-Nya untuk mencari jalan atau perantara untuk mendekatkan diri kepada-Nya. Salah satu jalan yang dianggap sebagai wasilah yang baik adalah dengan meminta doa kepada orang-orang saleh, baik yang masih hidup maupun yang sudah meninggal dunia.

Dalil lain yang sering digunakan untuk mendukung tawassul adalah hadis Nabi Muhammad SAW yang berbunyi:

Sesungguhnya Allah SWT tidak menolak doa seorang hamba yang shalih ketika dia mendoakan saudaranya yang masih hidup. (HR. Abu Dawud)

Hadis ini menunjukkan bahwa doa orang shalih dapat bermanfaat bagi orang lain, meskipun orang yang didoakan sudah meninggal dunia.

Namun, ada juga ulama yang berpendapat bahwa tawassul ketika berziarah kubur tidak diperbolehkan, dengan mengacu pada beberapa dalil dalam Alquran dan hadis. Mereka berpendapat bahwa memohon kepada Allah SWT harus dilakukan secara langsung, tanpa perantara.

Dalil yang sering digunakan untuk mendukung pendapat ini adalah ayat Alquran yang berbunyi:

Hai orang-orang yang beriman, berdoalah kepada Allah SWT dengan doa yang tulus dan ikhlas. (QS. Al-A’raf: 29)

Menurut ulama yang tidak mendukung tawassul, ayat ini menunjukkan bahwa doa harus dilakukan dengan penuh kesungguhan dan keikhlasan, tanpa meminta bantuan atau perantara dari orang lain.

Pendapat lain menyebutkan bahwa tawassul ketika berziarah kubur dapat menjadi bentuk kesyirikan, karena dianggap menyamakan kedudukan manusia dengan Allah SWT. Mereka berpendapat bahwa hanya Allah SWT yang berhak untuk memberikan pertolongan dan memenuhi kebutuhan manusia, sehingga tidak perlu meminta bantuan atau perantara dari orang lain.

Perdebatan mengenai tawassul ketika berziarah kubur masih menjadi diskusi di kalangan ulama hingga saat ini. Namun, terlepas dari perbedaan pendapat, umat Islam tetap dianjurkan untuk berziarah kubur dengan tujuan untuk mengenang dan mendoakan orang-orang yang telah meninggal dunia. Ziarah kubur juga dapat menjadi sarana untuk mengingatkan diri tentang kematian dan pentingnya berbuat baik selama masih hidup di dunia.(MIS)

Pos terkait