Kajian Islam, Tingkatan Menyikapi Ketika Dilanda Musibah

Menyikapi Ketika Dilanda Musibah

FORUMSANTRI – Musibah adalah peristiwa yang tidak diinginkan dan tidak diduga sebelumnya. Musibah bisa berupa bencana alam, kecelakaan, sakit, kehilangan orang yang dicintai, dan lain sebagainya.menyikapi ketika dilanda musibah dalam hidupnya, baik besar maupun kecil.

Bagaimana menyikapi ketika dilanda musibah? Dalam Islam, ada beberapa tingkatan sikap yang bisa kita miliki ketika dilanda musibah.

  • Marah

Tingkatan pertama adalah marah dengan takdir yang Allah berikan. Boleh jadi ia marah dalam hatinya dengan bergumam, boleh jadi ia ucapkan dengan lisannya. Sikap ini adalah tingkatan yang paling rendah dan tidak disukai oleh Allah.

  • Menerima dengan terpaksa

Tingkatan kedua adalah menerima musibah dengan terpaksa. Ia tidak menyukai musibah tersebut, namun ia tidak bisa berbuat apa-apa selain menerimanya. Sikap ini lebih baik daripada marah, namun masih belum sempurna.

  • Sabar

Tingkatan ketiga adalah sabar. Seorang mukmin yang sabar akan menerima musibah dengan ikhlas dan tidak mengeluh. Ia yakin bahwa musibah tersebut adalah ujian dari Allah dan akan ada hikmah di baliknya.

  • Syukur

Tingkatan keempat adalah bersyukur. Seorang mukmin yang bersyukur akan melihat musibah tersebut sebagai kesempatan untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaannya kepada Allah. Ia akan menyadari bahwa Allah masih menyayanginya dan memberikan kesempatan untuk memperbaiki diri.

  • Ridho

Tingkatan kelima adalah ridho. Seorang mukmin yang ridho akan menerima musibah dengan penuh keikhlasan. Ia tidak hanya menerima musibah tersebut, namun juga menyukainya. Ia yakin bahwa musibah tersebut adalah yang terbaik baginya.

Ada banyak kisah sahabat nabi yang menghadapi musibah dengan sabar dan ridho. Salah satunya adalah kisah Nabi Ayub AS. Nabi Ayub AS diuji oleh Allah dengan berbagai musibah, mulai dari kehilangan harta benda, keluarga, hingga sakit yang membuatnya tidak bisa bergerak. Namun, Nabi Ayub AS tetap sabar dan ridho dengan ujian yang diberikan Allah kepadanya.

Kisah lainnya adalah kisah Abdullah bin Umar RA. Abdullah bin Umar RA kehilangan kedua orang tuanya dalam waktu yang berdekatan. Namun, ia tetap sabar dan ridho dengan ujian yang diberikan Allah kepadanya. Ia berkata,

“Sesungguhnya Allah telah memberikan kepadaku dua orang yang lebih baik daripada mereka berdua, yaitu Allah dan Rasulullah SAW.”

Musibah adalah bagian dari kehidupan manusia. Setiap orang pasti akan mengalami musibah dalam hidupnya. Menyikapi ketika dilanda musibah adalah sabar dan ridho. Dengan sikap tersebut, kita akan dapat melewati musibah dengan baik dan mendapatkan hikmah di baliknya.(MIS)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *