Pengucapan Aamiin di Shalat Berjama’ah Begitu Penting?

Pengucapan Aamiin di Shalat Berjama'ah

FORUMSANTRI – Pada saat kita melaksanakan shalat berjama’ah, terdapat momen khusus di akhir bacaan Surat Al-Fatihah yang sering kali menjadi bahan perbincangan, yaitu pengucapan kata “Aamiin”. Pengucapan ini memiliki kedalaman makna dan landasan hukum dalam Islam yang perlu dipahami oleh setiap Muslim yang menjalankan ibadah shalat.

Dalam prakteknya, pengucapan “Aamiin” umumnya dilakukan setelah membaca ayat terakhir dari Surat Al-Fatihah. Kata ini bukan hanya semata ritual atau tradisi, melainkan mengandung arti yang mendalam. Dalil untuk pengucapan ini dapat ditemukan dalam hadis Rasulullah SAW.

Sebagai contoh, Rasulullah bersabda, “Apabila imam mengucapkan ‘Aamiin’, maka ucapkanlah ‘Aamiin’ juga, karena jika seorang di antara kamu mengucapkannya pada saat malaikat mengucapkannya, dosanya akan diampuni.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Pendapat ulama mengenai pengucapan “Aamiin” dalam shalat berjama’ah memiliki variasi sesuai dengan mazhab yang dianut. Mazhab Hanafi, misalnya, berpendapat bahwa pengucapan “Aamiin” bersifat sunnah dan dapat dilakukan dengan lantang.

Mazhab Maliki dan Syafi’i sependapat bahwa pengucapan ini adalah wajib, sementara Mazhab Hambali berpendapat bahwa pengucapan “Aamiin” termasuk dalam kategori mustahabb (dianjurkan). Meskipun terdapat perbedaan pendapat, tetapi semua mazhab sepakat bahwa pengucapan “Aamiin” memiliki nilai ibadah yang tinggi.

Alasan di balik pentingnya pengucapan “Aamiin” adalah karena tindakan ini mencerminkan partisipasi dan persetujuan dalam doa yang dibacakan oleh imam. Dengan mengucapkan “Aamiin”, seorang Muslim menyatakan setuju dengan isi doa tersebut dan berharap agar Allah menerima doa tersebut. Ini juga dianggap sebagai bentuk kesungguhan dalam berdoa dan menunjukkan rasa antusiasme terhadap apa yang diucapkan oleh imam.

Penting untuk diingat bahwa meskipun terdapat perbedaan pendapat di antara mazhab-mazhab tersebut, kesepakatan umat Islam dalam menjalankan pengucapan “Aamiin” harus tetap dijunjung.

Masing-masing individu dapat mengikuti mazhab yang diyakininya, namun sikap saling menghormati perbedaan pendapat harus senantiasa dijaga.

Dalam kesimpulannya, pengucapan “Aamiin” dalam shalat berjama’ah bukan sekadar rutinitas, melainkan sarana untuk mengekspresikan persetujuan terhadap doa yang dibacakan.

Didukung oleh dalil-dalil yang shahih dan pendapat ulama, pengucapan ini memperkaya makna ibadah shalat. Oleh karena itu, sebagai umat Islam, kita dihimbau untuk menjalankan ibadah shalat dengan penuh kesadaran dan memahami nilai-nilai yang terkandung di dalamnya.(MIS)

Pos terkait