Istilah Kata”Ingin Sesuatu, Di Sholawati Dulu insyaAllah Tercapai”, Hukumnya

ingin sesuatu sholawati dulu

FORUMSANTRI – Manusia, dengan segala keterbatasannya, pasti memiliki keinginan dan harapan. Pernahkah mendengarkan kata “kalau mau sesuatu tercapai sholawati dulu, insyaAllah tercapai”.

Kata-kata ini banyak dan trend di saat ini, dengan itu kita harus mengetahui hukum men sholawati dulu hajat atau keinginan yang mau kita capai. Seperti ingin kesuksesan, kesehatan, kelancaran rezeki, ketenteraman hidup, dan berbagai cita-cita lainnya.

Namun, tak jarang kita dihadapkan pada ketidakpastian, tantangan, dan bahkan kebuntuan dalam meraih apa yang kita inginkan. Di saat itulah, muncul keyakinan dan harapan dari lubuk hati terdalam, “Insya Allah, dengan bersholawat, hajatku akan tercapai.”

Benarkah demikian? Apakah bersholawat kepada Nabi Muhammad SAW dan keluarganya diyakini sebagai penjemput hajat yang ampuh? Mari kita telusuri bersama.

Dalil Sholawat sebagai Penarik Berkah

Keyakinan bahwa bersholawat dapat membantu terkabulnya hajat bukanlah tanpa dasar. Al-Qur’an dan Hadis memberikan landasan kuat untuk meyakininya. Allah SWT berfirman dalam QS. Al-Ahzab ayat 56:

“Sesungguhnya Allah dan malaikat-Nya bersholawat kepada Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bersholawatlah kamu kepadanya dan ucapkanlah salam dengan penuh penghormatan.”

Ayat ini dengan tegas memerintahkan kita untuk bersholawat kepada Nabi Muhammad SAW. Ini bukan hanya ungkapan cinta dan hormat, tetapi juga bentuk doa dan pengharapan berkah dari Allah SWT.

Selain itu, banyak hadis yang menyebutkan keutamaan bersholawat. Di antaranya, hadis riwayat At-Tirmidzi yang menyatakan bahwa:

“Siapa yang bersholawat kepadaku sekali, Allah akan memberikan sepuluh rahmat kepadanya.”

Hadis ini menunjukkan bahwa setiap sholawat yang kita panjatkan akan dibalas oleh Allah SWT dengan sepuluh rahmat.

Rahmat ini bisa berupa kebaikan, keberkahan, dan kemudahan dalam urusan dunia dan akhirat, termasuk terkabulnya hajat.

Bukan Jimat, tapi Ikhtiar dan Tawassul

Namun, perlu dipahami bahwa bersholawat bukanlah jimat yang otomatis menjamin tercapainya hajat. Sholawat adalah ikhtiar dan tawassul, sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT dan memohon pertolongan-Nya.

Allah SWT adalah pemilik segala hajat, Dialah yang menentukan segala sesuatu terjadi atau tidak. Bersholawat dengan ikhlas dan penuh cinta kepada Nabi Muhammad SAW adalah bentuk ikhtiar kita untuk membuka pintu pertolongan Allah SWT.

Cara Sholawat yang Maksimalkan Keutamaannya

Agar sholawat benar-benar menjadi penjemput hajat yang ampuh, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan:

  • Ikhlas: Niatkanlah bersholawat semata-mata karena cinta dan hormat kepada Nabi Muhammad SAW dan keluarganya, serta mengharap ridha Allah SWT.
  • Konsisten: Jadikan bersholawat sebagai amalan rutin harian. Semakin banyak dan rutin bersholawat, semakin besar pula harapan berkah yang dilimpahkan Allah SWT.
  • Perbaiki diri: Bersamaan dengan bersholawat, usahakan untuk memperbaiki diri lahir dan batin. Perbanyak amal saleh, bertaubat dari dosa, dan mohon ampunan Allah SWT.
  • Yakin dan penuh harap: Yakinilah bahwa Allah SWT Maha Mendengar dan Maha Pengabul doa. Bersholawatlah dengan penuh harap dan optimisme, tanpa keraguan sedikitpun.

Sholawat, Penjemput Hajat dan Kunci Kehidupan yang Berkah

Dengan memahami hakikat sholawat dan cara bersholawat yang benar, kita bisa menjadikannya sebagai senjata ampuh untuk meraih hajat dan limpahan berkah Allah SWT.

Bukan hanya keinginan duniawi yang terpenuhi, tetapi juga ketenangan hati, kedekatan dengan Allah SWT, dan keberkahan hidup di dunia dan akhirat.

Jadi, marilah kita manfaatkan nikmat syafaat Nabi Muhammad SAW dengan bersholawat kepadanya. Dengan keyakinan, ikhtiar, dan doa yang tulus, insya Allah, hajat kita akan terjemput dan hidup kita dipenuhi keberkahan.(MIS)

Pos terkait