Seorang Istri, Ibu Kandung atau Mertua, Siapa yang Diutamakan?

Seorang Istri

FORUMSANTRI – Pertanyaan tentang siapa yang harus diutamakan oleh seorang istri, apakah ibu kandung atau ibu mertua, adalah persoalan yang telah lama menjadi perdebatan. Persoalan ini tidak hanya terkait dengan hubungan keluarga, tetapi juga terkait dengan etika dan moral.

Dari perspektif hukum Islam, ibu kandung memiliki kedudukan yang lebih tinggi daripada ibu mertua. Hal ini berdasarkan pada beberapa dalil, antara lain:

Bacaan Lainnya
  • Al-Qur’an surat Luqman ayat 14 yang berbunyi:

Artinya: “Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu-bapanya; ibunya telah mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah (pula). Dan mengandungnya, dan melahirkannya itu tiga puluh bulan.”

  • Hadis riwayat Bukhari dan Muslim yang berbunyi:

Artinya: “Dari Abu Hurairah dia berkata, Rasulullah SAW bersabda: “Maukah kalian aku beritahu tentang orang yang paling berhak untuk kalian perlakukan dengan baik?” Mereka menjawab: “Tentu, wahai Rasulullah.” Beliau bersabda: “Ibumu, ibumu, ibumu, kemudian ayahmu, kemudian kerabat yang paling dekat denganmu.”

Berdasarkan dalil-dalil tersebut, dapat disimpulkan bahwa ibu kandung memiliki kedudukan yang lebih tinggi daripada ibu mertua. Hal ini dikarenakan ibu kandunglah yang telah mengandung, melahirkan, dan membesarkan istri. Oleh karena itu, istri berkewajiban untuk berbakti kepada ibu kandungnya lebih dari ibu mertuanya.

Namun, dari perspektif hubungan manusiawi, persoalan ini tidak bisa dilihat secara hitam putih. Setiap orang, baik ibu kandung maupun ibu mertua, memiliki hak untuk dihormati dan dilayani, tanpa memandang statusnya. Oleh karena itu, istri harus bisa bersikap adil dan bijaksana dalam membagi waktu dan perhatiannya kepada kedua orang tua suaminya.

Dalam hal ini, istri harus bisa memahami perbedaan karakter dan latar belakang kedua orang tua suaminya. Istri juga harus bisa berkomunikasi secara terbuka dan jujur dengan kedua orang tua suaminya, sehingga tercipta hubungan yang harmonis dan saling pengertian.

Berikut adalah beberapa tips untuk bersikap adil dan bijaksana kepada kedua orang tua suami:

  • Luangkan waktu untuk kedua orang tua suami secara seimbang. Istri dapat mengunjungi kedua orang tua suami secara bergantian, atau mengundang mereka berdua untuk berkunjung ke rumah.
  • Lakukan hal-hal yang menyenangkan untuk kedua orang tua suami. Istri dapat membantu pekerjaan rumah, memasak makanan kesukaan mereka, atau sekedar mengobrol bersama.
  • Bersikaplah hormat dan sopan kepada kedua orang tua suami. Istri harus menjaga tutur kata dan perilakunya agar tidak menyinggung perasaan mereka.

Dengan bersikap adil dan bijaksana kepada kedua orang tua suami, istri dapat menjaga keharmonisan dalam keluarga dan menciptakan suasana yang nyaman.

Persoalan tentang siapa yang harus diutamakan oleh seorang istri, apakah ibu kandung atau ibu mertua, adalah persoalan yang tidak mudah untuk dijawab secara pasti. Persoalan ini harus diselesaikan secara bijaksana dengan mempertimbangkan berbagai faktor, seperti hubungan keluarga, latar belakang budaya, dan kondisi psikologis masing-masing pihak.

Peran Komunikasi dalam Menemukan Solusi

Komunikasi yang terbuka dan jujur adalah kunci untuk menemukan solusi dari persoalan ini. Istri harus mampu berkomunikasi secara efektif dengan kedua orang tua suaminya. Istri harus mengungkapkan perasaan dan kekhawatirannya kepada mereka, serta mendengarkan pendapat dan harapan mereka.

Suami juga harus terlibat dalam proses komunikasi ini. Suami harus membantu istri dalam menyampaikan pesan dan memahami keinginan kedua orang tuanya. Dengan komunikasi yang baik, istri dan kedua orang tua suaminya dapat menemukan solusi yang terbaik untuk semua pihak.

Dampak Persoalan Ini terhadap Keharmonisan Keluarga

Persoalan tentang siapa yang harus diutamakan oleh seorang istri, jika tidak diselesaikan dengan baik, dapat berdampak buruk terhadap keharmonisan keluarga. Persoalan ini dapat menyebabkan konflik dan perpecahan dalam keluarga. Selain itu, persoalan ini juga dapat mempengaruhi kesehatan mental dan emosional istri.

Oleh karena itu, sangat penting bagi istri, suami, dan kedua orang tua untuk bersatu padu dan mencari solusi yang terbaik untuk semua pihak. Dengan kerja sama dan saling pengertian, keharmonisan keluarga dapat terjaga dan persoalan ini dapat diselesaikan dengan baik.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *