Islam Sudah Tentu Sholeh? Makna Sholeh & Sejarahnya Dalam Islam

Islam Sudah Tentu Sholeh?

FORUMSANTRI – Kata “sholeh” sering terdengar di telinga umat Muslim. Seringkali disematkan kepada anak yang berbakti, orang yang taat beribadah, atau individu yang memiliki akhlak mulia. Namun, apakah beragama islam sudah tentu sholeh? tahukah Anda makna asli dari kata “sholeh” dan sejarahnya dalam agama Islam?

Makna Asli Sholeh

Secara bahasa, kata “sholeh” berasal dari bahasa Arab صَالِحٌ (shalih) yang berarti baik, berguna, bermanfaat, dan patut. Kata ini memiliki makna luas dan tidak hanya terbatas pada aspek ibadah ritual saja.

Dalam Al-Quran, kata “sholeh” disebutkan berulang kali dengan berbagai konteks. Salah satunya dalam surat Al-Baqarah ayat 130:

“…dan berbuatlah kebaikan (shalih), niscaya kamu akan menemui Allah dalam keadaan bersih…”

Ayat ini menekankan bahwa kesholehan tidak hanya diukur dari ibadah ritual semata, melainkan juga dari perbuatan baik dan bermanfaat kepada sesama. Jadi, seseorang yang rajin sholat, puasa, dan membaca Al-Quran, namun tidak peduli dengan lingkungan sekitarnya dan tidak berbuat baik kepada orang lain, belum tentu bisa dikatakan sholeh.

Sejarah Sholeh dalam Islam

Istilah “sholeh” sudah digunakan sejak zaman Nabi Ibrahim AS. Beliau dijuluki sebagai bapak para nabi karena ketaatannya kepada Allah dan ajaran-ajaran kebaikan yang disebarkannya. Dalam Al-Quran, Ibrahim AS disebut sebagai

“…seorang hamba yang saleh (shalih) lagi nabi…” (An-Nahl: 86)

Nabi-nabi selanjutnya, termasuk Nabi Muhammad SAW, juga dikenal sebagai sosok yang sholeh. Mereka senantiasa menjalankan perintah Allah, menjauhi larangan-Nya, dan menjadi teladan bagi umat manusia dalam berperilaku dan berakhlak.

Ciri-Ciri Orang Sholeh

Berdasarkan pemahaman makna dan sejarahnya, orang yang sholeh dapat dilihat dari beberapa ciri-ciri berikut:

  • Taat kepada Allah SWT: Memenuhi segala perintah Allah dan menjauhi segala larangan-Nya. Ini bukan hanya tentang ibadah ritual, tetapi juga mencakup aspek kehidupan lainnya seperti kejujuran, keadilan, dan amanah.
  • Berakhlak mulia: Memiliki karakter yang baik seperti rendah hati, santun, pemaaf, dan suka menolong. Tidak sombong, iri hati, atau berbuat jahat kepada orang lain.
  • Bermanfaat bagi lingkungan: Senantiasa berbuat baik kepada sesama, membantu yang membutuhkan, dan berkontribusi untuk kebaikan masyarakat. Tidak egois dan hanya mementingkan diri sendiri.
  • Sabar dan tawakal: Menerima segala ketentuan Allah dengan lapang dada dan berserah diri kepada-Nya. Tidak mudah putus asa atau mengeluh ketika menghadapi kesulitan.

Menjadi Orang Sholeh

Setiap Muslim pasti ingin menjadi orang yang sholeh. Untuk mencapai hal tersebut, dibutuhkan usaha dan komitmen yang kuat. Berikut beberapa langkah yang bisa dilakukan:

  • Mendekatkan diri kepada Allah SWT: Memperbanyak ibadah ritual seperti sholat, puasa, dan membaca Al-Quran.
  • Memperdalam ilmu agama: Belajar tentang ajaran Islam untuk memahami dengan benar apa yang diperintahkan dan dilarang oleh Allah.
  • Meneladani sifat-sifat para nabi dan orang-orang sholeh: Mengambil contoh dari akhlak dan perilaku mereka untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
  • Berdoa kepada Allah: Memohon kepada Allah agar diberikan hidayah dan kekuatan untuk menjadi orang yang sholeh.

Ingatlah, kesholehan bukan sesuatu yang instan, melainkan perjalanan panjang yang harus terus diupayakan. Dengan niat yang tulus dan usaha yang berkelanjutan, semoga kita semua bisa menjadi hamba Allah yang sholeh dan bermanfaat bagi lingkungan sekitar.

Pos terkait