Menikah di Bulan Ramadhan: Pandangan Islam dan Hal-hal yang Perlu Diperhatikan

menikah di bulan Ramadhan

FORUMSANTRI – Bagi umat Muslim, bulan Ramadhan adalah bulan penuh berkah dan tentunya menjadi saat yang istimewa untuk berbagai momentum, termasuk pernikahan. Namun, pertanyaan seputar boleh tidaknya menikah di bulan Ramadhan kerap menjadi perbincangan. Mari kita bahas bersama secara komprehensif berdasarkan perspektif Islam.

Hukum Menikah di Bulan Ramadhan

Berdasarkan mayoritas ulama, tidak ada larangan secara syariat untuk menikah di bulan Ramadhan. Islam tidak mensyaratkan waktu tertentu untuk menikah, yang terpenting adalah niat dan tujuan pernikahan yang sesuai dengan ajaran agama. Syaikh Muhammad Sahalil Al Amunajjid dan Buya Yahya, ulama terkemuka, juga menegaskan hal ini. Menikah di bulan Ramadhan tidak membatalkan puasa dan tidak ada dalil yang secara khusus melarangnya.

Pandangan Beragam

Meski dibolehkan, terdapat pandangan beragam tentang menikah di Ramadhan. Sebagian ulama berpendapat bahwa sebaiknya pernikahan diundur ke bulan lain agar fokus beribadah dan khusyuk menjalankan puasa tidak terganggu. Konsentrasi pada amalan Ramadhan tidak boleh diabaikan karena pentingnya meraih berkah bulan tersebut.

Pandangan lain berpendapat bahwa menikah di Ramadhan justru bisa menjadi momentum untuk berbagi kebahagiaan dan berkah dengan sesama, terutama bagi mereka yang sudah lama merencanakan pernikahan. Momentum tersebut bisa menambah syiar Islam dan mempererat hubungan silaturahmi.

Hal-hal yang Perlu Diperhatikan:

Jika Anda berniat menikah di Ramadhan, ada beberapa hal yang perlu dicermati:

  1. Prioritas Ibadah: Pastikan niat menikah bukan untuk menghambat ibadah Ramadhan. Fokus utama tetap pada menjalankan puasa dan amalan lainnya dengan khusyuk.
  2. Kesederhanaan: Perayaan pernikahan di Ramadhan sebaiknya dilakukan dengan sederhana dan tidak berlebihan. Hindari pesta mewah yang menghamburkan harta dan mengganggu khusyuk beribadah.
  3. Waktu dan Tempat: Pilih waktu dan tempat akad nikah yang tidak mengganggu ibadah, terutama sholat tarawih. Hindari keramaian yang berlebihan dan patuhi protokol kesehatan yang berlaku.
  4. Persiapan Matang: Pastikan semua persiapan pernikahan sudah matang sebelum Ramadhan. Jangan sampai menguras waktu dan tenaga selama berpuasa.
  5. Konsultasi Ulama: Untuk ketenangan hati, konsultasikan rencana pernikahan dengan ulama atau tokoh agama setempat. Mereka dapat memberikan pandangan dan nasihat berdasarkan situasi dan adat setempat.

Hadits dan Ayat Alquran yang Relevan

Berikut adalah beberapa hadits dan ayat Alquran yang relevan dengan pembahasan nikah di bulan Ramadhan:

  • Hadits:

    • “Nikah itu sunnahku, barangsiapa yang tidak menyukai sunnahku, maka ia bukan dari golonganku.” (HR. Bukhari dan Muslim)
    • “Barangsiapa yang menikah, maka ia telah menyempurnakan separuh agamanya, maka bertakwalah kepada Allah dalam separuh yang lain.” (HR. Tirmidzi)
  • Ayat Alquran:

    • “Dan kawinkanlah orang-orang yang sendirian di antara kamu, dan orang-orang yang layak (berkawin) dari hamba-hamba sahayamu yang lelaki dan perempuan. Jika mereka miskin, Allah akan memberi mereka kekayaan dari karunia-Nya. Dan Allah Mahaluas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui.” (QS. An-Nur: 32)

Perspektif dari Berbagai Mazhab Islam

Menurut mazhab Hanafi, Maliki, dan Hanbali, menikah di bulan Ramadhan hukumnya boleh, baik dilakukan di awal, pertengahan, maupun akhir bulan. Namun, sebaiknya dihindari di akhir bulan agar tidak mengganggu fokus beribadah.

Sementara itu, menurut mazhab Syafi’i, menikah di bulan Ramadhan hukumnya makruh tahrim, yaitu makruh yang mendekati haram. Hal ini karena pernikahan di bulan Ramadhan dapat memicu terjadinya hubungan badan di siang hari, yang merupakan perbuatan haram.

Menikah di bulan Ramadhan boleh dilakukan dalam perspektif Islam. Namun, penting untuk mempertimbangkan berbagai faktor, memprioritaskan ibadah, dan melangsungkannya dengan sederhana dan khusyuk. Dengan perencanaan yang matang dan pemahaman yang baik, pernikahan di Ramadhan bisa menjadi momen yang penuh berkah dan kebahagiaan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *