Tangis Sang Ayah Pecah di Kantor Polisi, Saat Tahu Punggung Anaknya Disetrika Gurunya

Seorang santri di Kota Parepare, Sulawesi Selatan, diduga dianiaya gurunya sendiri. Penganiayaan diduga dilakukan dengan menyetrika punggung korban hingga melepuh.

Korban berinisial M (12) adalah santri di salah satu pondok tahfiz Al-Qur’an di Kota Parepare. Ia mengalami luka bakar di punggungnya akibat disetrika oleh salah satu gurunya.

Menurut penuturan ayah korban, Salahuddin, peristiwa penganiayaan tersebut terjadi pada Jumat (26/1/2024) malam. Saat itu, M tidak mengerjakan tugas sekolahnya. Gurunya yang berinisial A kemudian marah dan memukulnya dengan besi, lalu menyetrika punggungnya.

“Saya dapat kabar dari orang tua santri lainnya yang datang ke rumah. Saya langsung datang ke pondok dan melihat kondisi anak saya,” kata Salahuddin saat melapor ke Polres Parepare, Senin (28/1/2024).

Salahuddin mengaku sangat sedih dan marah atas penganiayaan yang dialami anaknya. Ia berharap polisi dapat mengusut tuntas kasus ini dan memberikan hukuman yang setimpal kepada pelaku.

Kapolres Parepare, AKBP Arman Muis, mengatakan, pihaknya telah menerima laporan dugaan penganiayaan terhadap santri tersebut. Polisi saat ini sedang melakukan penyelidikan untuk mengungkap kebenaran peristiwa tersebut.

“Kami akan melakukan penyelidikan secara objektif dan transparan. Jika terbukti ada unsur pidana, maka pelaku akan kami proses sesuai hukum yang berlaku,” kata Arman.

Peristiwa penganiayaan terhadap santri ini menambah daftar kasus kekerasan di lingkungan pendidikan. Kasus ini menjadi perhatian publik dan menjadi pemicu diskusi tentang pentingnya pendidikan karakter dan penegakan disiplin di lingkungan pendidikan.

Pos terkait