Tanda Keberhasilan Puasa Ramadan, Penjelasan Singkat Ustaz Adi Hidayat

Keberhasilan Puasa Ramadhan

Tanda Keberhasilan PuasaUlama muda yang dikenal dengan kharismanya, Ustaz Adi Hidayat (UAH), kembali menarik perhatian dalam episode kedua seri “Akusuka” di saluran YouTube resminya. Pada Rabu (13/3/2024), UAH membagikan pengetahuan tentang tanda pertama keberhasilan menjalankan ibadah puasa Ramadan. Dengan mengutip berbagai hadis yang diabadikan oleh Imam Bukhari dan Muslim, UAH memberikan pemahaman mendalam tentang bagaimana puasa Ramadan dapat berfungsi sebagai perisai yang melindungi umat Islam dari perbuatan dan perkataan yang tidak pantas.

“Puasa pada hakikatnya ialah perisai,” tegas Ustaz Adi Hidayat, menjelaskan bahwa puasa memiliki kemampuan untuk membantu umat Islam dalam menghindari tindakan dan perkataan yang dapat merusak moral serta etika.

Bacaan Lainnya

“Pada saat seseorang sedang menunaikan puasa dengan perisai yang telah ia raih, ia memiliki kemampuan untuk berlatih meninggalkan, mencegah segala bentuk hal-hal yang kotor, dan tindakan-tindakan yang tidak memiliki arti,” tambahnya.

Lebih lanjut, Pengasuh Pondok Pesantren MIRA Ma’had Islam Rafiah Akhyar, Serang, Banten, menjelaskan bahwa salah satu tanda keberhasilan puasa adalah kemampuan seseorang untuk mengontrol diri dari provokasi dan menghindari pertengkaran.

“Maka, seseorang akan berkata, ‘Inni sa’im, inni sa’im,’ artinya saya tengah berpuasa, saya tengah berpuasa,” ungkapnya, mengilustrasikan bagaimana puasa dapat mengajarkan kesabaran dan pengendalian diri.

UAH juga menambahkan bahwa aroma yang keluar dari mulut orang yang berpuasa, meskipun secara fisik mungkin tidak menyenangkan, di mata Allah jauh lebih wangi dibandingkan dengan parfum kasturi.

“Jadi, orang-orang yang menunaikan puasa dengan benar, aroma yang keluar dari mulutnya akan dinilai oleh Allah lebih wangi, lebih semerbak dibandingkan dengan parfum kasturi,” jelasnya.

Dalam tausiahnya, Ustaz Adi Hidayat menekankan pentingnya menjalankan puasa Ramadan dengan penuh kesadaran dan ketulusan, sebagai salah satu upaya untuk meraih keberhasilan spiritual.

“Kita harus menunjukkan bahwa kesempatan yang Allah berikan kepada kita, harus dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya, kita bisa merubah diri menjadi lebih baik,” ujarnya, mengajak umat Islam untuk memanfaatkan bulan suci Ramadan sebagai momentum untuk perubahan diri yang lebih baik.

Dari tausiah yang disampaikan oleh Ustaz Adi Hidayat, dapat disimpulkan bahwa puasa Ramadan memiliki makna yang sangat dalam dalam kehidupan umat Islam. Puasa bukan hanya sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi lebih dari itu, ia adalah perisai yang melindungi umat Islam dari perbuatan dan perkataan yang tidak pantas.

Ustaz Adi Hidayat menekankan bahwa tanda keberhasilan puasa Ramadan terlihat dari kemampuan seseorang untuk mengendalikan diri, menahan diri dari provokasi, dan menghindari pertengkaran. Hal ini menunjukkan bahwa puasa bukan hanya menjadi ibadah ritual semata, tetapi juga merupakan sarana untuk meningkatkan kesadaran, kesabaran, dan moralitas umat Islam.

Selain itu, Ustaz Adi Hidayat mengajak umat Islam untuk menjalankan puasa Ramadan dengan penuh kesadaran dan ketulusan. Serta memanfaatkan bulan suci ini sebagai momentum untuk melakukan perubahan diri yang lebih baik.

Beliau menegaskan bahwa Allah akan menghargai usaha dan ketulusan umat Islam dalam menjalankan puasa, bahkan aroma yang keluar dari mulut orang yang berpuasa dinilai lebih wangi di mata Allah dibandingkan dengan parfum kasturi. Oleh karena itu, kesempatan yang diberikan oleh Allah dalam menjalankan puasa Ramadan hendaknya dimanfaatkan sebaik mungkin untuk meraih keberhasilan spiritual dan meningkatkan kualitas diri menuju kebaikan yang lebih besar.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *