SPAN-PTKIN 2024, UINSU Jadi Primadona Calon Mahasiswa

Uinsu Peringkat 9

UINSU Jadi PrimadonaUniversitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU) Medan kembali menorehkan prestasi membanggakan. Tahun ini, UINSU menempati peringkat sembilan nasional sebagai kampus dengan pendaftar atau peminat terbanyak pada jalur Seleksi Prestasi Akademik Nasional Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (SPAN-PTKIN) Kementerian Agama RI 2024.

Berdasarkan data rekapitulasi peminat program studi (prodi) pada jalur SPAN PTKIN 2024 tertanggal 20 Maret lalu, UINSU berhasil menarik minat sebanyak 9.856 orang. Rinciannya, 5.656 orang memilih UINSU sebagai pilihan pertama dan 4.200 orang sebagai pilihan kedua.

“Alhamdulillah, tahun ini kita masih masuk dalam 10 besar (top ten) kampus Islam negeri atau PTKIN dari aspek jumlah pendaftar se-Indonesia khusus jalur SPAN PTKIN,” ujar Sub Koordinator Humas dan Informasi UINSU, Yunni Salma, MM di Medan, Selasa (26/3).

Yunni menambahkan, pada jalur SPAN PTKIN 2024, UINSU menyediakan 31 pilihan prodi jenjang strata satu (S-1) dengan kuota atau daya tampung hanya 1.734 calon mahasiswa baru. Artinya, hanya sekitar 17-18 persen dari total pendaftar yang akan diterima melalui jalur ini.

“Dari jumlah angka pendaftar tersebut, maka dari sekitar 10 pendaftar tersebut yang akan diterima pada jalur ini hanya berkisar 17-18 persen saja. Untuk diarahkan para pendaftar agar mempersiapkan diri sebaik mungkin sehingga nantinya akan didapat calon mahasiswa terbaik dari proses seleksi mahasiswa jalur SPAN ini,” urai Yunni.

Rektor UINSU Medan, Prof Dr Nurhayati, MAg, menjelaskan bahwa SPAN PTKIN merupakan satu dari lima jalur seleksi penerimaan mahasiswa baru (PMB) di UINSU Medan. Empat jalur lainnya ialah Ujian Masuk (UM) PTKIN, Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP), Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT), dan jalur seleksi mandiri.

“Tujuan seleksi mahasiswa baru dengan beragam mekanisme ini ialah untuk meningkatkan input mahasiswa baru yang berkualitas. Khususnya pada jalur SPAN PTKIN ini yang digelar tanpa seleksi atau ujian langsung, namun seleksi dilakukan melalui mekanisme penyeleksian berkas atau dokumen portofolio siswa atau pelajar,” jelas Prof Nurhayati.

Penilaian portofolio ini meliputi rekapitulasi rapor dari semester satu hingga lima selama sekolah di MA/SMA sederajat, sertifikat prestasi bidang akademik dan non akademik seperti seni dan olahraga, serta keterampilan atau kompetensi musabaqah tilawatil Alquran.

Prof Nurhayati berharap, dengan seleksi jalur SPAN ini nantinya diharapkan didapat calon mahasiswa baru yang berkualitas sebagai input dalam pembelajaran dan proses akademik di UINSU Medan. Hal ini diharapkan dapat menghasilkan kualitas pembelajaran akademik dan insan sivitas yang terbaik, khususnya dalam pengembangan integrasi keilmuan atau wahdatul ‘ulum.

Pada tahun ini, UIN Sunan Gunung Djati Bandung menempati peringkat pertama dengan jumlah pendaftar SPAN PTKIN terbanyak, yaitu 25.681 orang. Disusul UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta (25.559), UIN Syarif Hidayatullah Jakarta (24.885), UIN Imam Bonjol Padang (16.471), dan UIN Walisongo Semarang (15.684).

Peringkat selanjutnya ditempati UIN Sunan Ampel Surabaya (11.981), UIN Maulana Malik Ibrahim Malang (11.690), UIN Alauddin Makassar (10.000), UINSU Medan (9.856), dan UIN Raden Mas Said Surakarta (8.652).

Pencapaian UINSU Medan pada SPAN-PTKIN 2024 ini menunjukkan kepercayaan masyarakat yang tinggi terhadap kualitas pendidikan di UINSU Medan. Hal ini merupakan hasil kerja keras seluruh civitas akademika UINSU Medan dalam meningkatkan kualitas dan mutu pendidikan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *