Buku Membumikan Islam, Menapaki Jejak Pemikiran Buya Syafii Maarif

Jalan Pencerahan Buya Syafii

Buku Membumikan IslamPemikiran Buya Syafii Maarif, yang terabadikan dalam buku “Membumikan Islam: Dari Romantisme Masa Silam Menuju Islam Masa Depan”, masih menggelora dalam benak umat Islam dua tahun pasca-kepergiannya pada 27 Mei 2022. Dalam rentang waktu tersebut, kekayaan intelektualnya telah terbukti relevan dan inspiratif.

Khususnya, dalam konteks kompleksitas tantangan yang dihadapi umat Islam dewasa ini, pemikiran-pemikirannya tentang kepemimpinan yang adil, pembangunan pencerahan hidup, dan konsep Islam rahmatan lil’alamin tetap menjadi pijakan berharga. Dalam era di mana perubahan sosial dan politik berjalan cepat, kajian mendalam terhadap pemikiran Buya Syafii menjadi semakin penting dalam membentuk arah dan identitas umat Islam yang progresif dan berdampak positif.

Utopia Pemimpin yang Adil

Buya Syafii menekankan pentingnya kembali kepada spirit normatif al-Qur’an dan hadis dalam membumikan Islam. Ia mengkritik kemewahan dan perpecahan elite politik yang menjadi penyebab kejatuhan peradaban Islam Baghdad.

Buya mengingatkan pesan al-Qur’an tentang pemimpin yang adil dan berpihak pada kaum mustadh’afin. Ia mengutip ayat al-Hasyr ayat 7 yang menegaskan pentingnya fungsi sosial harta.

Lima Jalan Menuju Pencerahan Hidup

Buya Syafii menawarkan lima jalan menuju pencerahan hidup:

  1. Pemahaman keagamaan yang seimbang: Menggabungkan zikir dan berfikr untuk membangun manusia yang bermoral dan cerdas.
  2. Pendidikan agama dan umum yang sejalan: Membangun generasi umat yang memiliki budaya ilmu dan teknologi mutakhir.
  3. Fondasi ekonomi yang kuat: Menghapus kemiskinan dan mendorong budaya memberi.
  4. Musyawarah dalam kehidupan bermasyarakat: Memecahkan masalah dengan mengedepankan dialog dan musyawarah.
  5. Islam sebagai rahmatan lil’alamin: Menjaga kelestarian alam dan hubungan harmonis dengan semua makhluk.

Warisan Intelektual yang Berharga

Tulisan Buya Syafii sarat dengan kritik tajam dan nasihat bijak. Ia mengajak umat Islam untuk menjadi pejuang kemanusiaan dan membangun peradaban yang adil dan ramah lingkungan.

Karya Buya Syafii, termasuk “Membumikan Islam”, merupakan warisan intelektual yang berharga. Pemikirannya akan terus menginspirasi dan memandu umat Islam dalam menghadapi berbagai tantangan zaman.

Kajian terhadap pemikiran Buya Syafii Maarif, seperti yang terungkap dalam buku “Membumikan Islam: Dari Romantisme Masa Silam Menuju Islam Masa Depan”, menegaskan relevansi dan kebermaknaan yang masih terasa setahun setelah kepergiannya pada 27 Mei 2022. Melalui kritiknya terhadap elite politik dan pemimpin yang adil, Buya Syafii mengajak umat Islam untuk kembali kepada spirit normatif al-Qur’an dan hadis dalam membumikan Islam.

Ia menawarkan lima jalan menuju pencerahan hidup, yang mencakup pemahaman keagamaan yang seimbang, pendidikan yang sejalan antara agama dan umum, fondasi ekonomi yang kuat, musyawarah dalam kehidupan bermasyarakat, dan menjadikan Islam sebagai rahmatan lil’alamin. Karya-karya Buya Syafii, termasuk “Membumikan Islam”, tidak hanya sarat dengan kritik tajam terhadap kondisi sosial-politik, tetapi juga mengajak umat Islam untuk menjadi agen perubahan yang membangun peradaban yang adil dan ramah lingkungan.

Warisan intelektualnya yang berharga akan terus menjadi sumber inspirasi dan panduan bagi umat Islam dalam menghadapi berbagai tantangan zaman, serta membangun masa depan yang lebih baik sesuai dengan nilai-nilai Islam yang mencerahkan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *